<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>REXA</title>
	<atom:link href="http://rexa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rexa.wordpress.com</link>
	<description>Explore Your Creation</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Jan 2010 07:02:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rexa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>REXA</title>
		<link>http://rexa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rexa.wordpress.com/osd.xml" title="REXA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rexa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak</title>
		<link>http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/</link>
		<comments>http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 02:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mylasy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Pendapat ini kurang begitu tepat dan bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Faktor-faktor yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rexa.wordpress.com&amp;blog=1297284&amp;post=15&amp;subd=rexa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Pendapat ini kurang begitu tepat dan bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.</p>
<p><strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak :</strong></p>
<p>1. Kesehatan</p>
<p>Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.</p>
<p>2. Intelligensi</p>
<p>Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.</p>
<p>3. Jenis kelamin</p>
<p>Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.</p>
<p>4. Lingkungan</p>
<p>Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.</p>
<p>5. Status sosial ekonomi</p>
<p>Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.</p>
<p>Pengaruh bermain bagi perkembangan anak :</p>
<p>* Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak<br />
* Bermain dapat digunakan sebagai terapi<br />
* Bermain dapat mempengaruhi dan menambah pengetahuan anak<br />
* Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak<br />
* Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak<br />
* Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak</p>
<p><strong>Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak</strong></p>
<p><strong>A. Permainan Aktif</strong></p>
<p>1. Bermain bebas dan spontan</p>
<p>Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.</p>
<p>2. Sandiwara</p>
<p>Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.</p>
<p>3. Bermain musik</p>
<p>Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, atau memainkan alat musik.</p>
<p>4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu</p>
<p>Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.</p>
<p>5. Permainan olah raga</p>
<p>Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.</p>
<p><strong>B. Permainan Pasif</strong></p>
<p>1. Membaca</p>
<p>Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.</p>
<p>2. Mendengarkan radio</p>
<p>Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.</p>
<p>3. Menonton televisi</p>
<p>Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.</p>
<p>(sumber: iqeq.web.id)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rexa.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rexa.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rexa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rexa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rexa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rexa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rexa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rexa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rexa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rexa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rexa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rexa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rexa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rexa.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rexa.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rexa.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rexa.wordpress.com&amp;blog=1297284&amp;post=15&amp;subd=rexa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad5203809755ad1bc150790b95ea77c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mylasy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih Mainan untuk Anak</title>
		<link>http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/tips-memilih-mainan-untuk-anak/</link>
		<comments>http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/tips-memilih-mainan-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 02:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mylasy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/tips-memilih-mainan-untuk-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tips dalam memilih mainan untuk anak-anak: 1. Orangtua perlu tahu tahap-tahap perkembangan anak, baik usia, emosi dan fisiknya. 2. Peduli terhadap mainan yang digunakan. Jangan asal beli yang mahal, sesuaikan dengan kemampuan anak. 3. Keamanan alat bermain perlu diperhatikan, baik dari bahan (materil dan catnya) dan kinerja alat tersebut (yang menghindari cedera ketika digunakan). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rexa.wordpress.com&amp;blog=1297284&amp;post=14&amp;subd=rexa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tips dalam memilih mainan untuk anak-anak:</p>
<p>1. Orangtua perlu tahu tahap-tahap perkembangan anak, baik usia, emosi dan fisiknya.</p>
<p>2. Peduli terhadap mainan yang digunakan. Jangan asal beli yang mahal, sesuaikan dengan kemampuan anak.</p>
<p>3. Keamanan alat bermain perlu diperhatikan, baik dari bahan (materil dan catnya) dan kinerja alat tersebut (yang menghindari cedera ketika digunakan).</p>
<p>4. Pilih mainan yang berwarna kontras dan cerah, untuk merangsang indera penglihatan anak.</p>
<p>5. Pastikan semua mainan dalam jangkauan anak, agar terhindar dari cedera ketika anak berusaha mencapainya.</p>
<p>6. Anak di usia enam bulan keatas suka mainan yang mengeluarkan bunyi dan benda berwarna seperti genta, bel, lonceng mini, gambar penuh warna maupun benda berteksturlembut.</p>
<p>7. Beri mainan seperti lego dan sejenisnya yang mempunyai variasi bentuk pada anak usia 9 bulan keatas, atau mainan serupa yang dapat dimainkan sewaktu mandi.</p>
<p>8. Tak perlu mainan mahal untuk anak Anda. Si kecil butuh stimulus untuk merangsang kreatifitasnya, dan ini bisa anda lakukan dengan membuatnya sendiri. Tentu, kreatifitas Anda yang diperlukan.</p>
<p>&#8211;<br />sumber: Koran Tempo Keluarga No. 15 I Jumat, 29 Juli 2005</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rexa.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rexa.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rexa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rexa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rexa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rexa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rexa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rexa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rexa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rexa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rexa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rexa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rexa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rexa.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rexa.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rexa.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rexa.wordpress.com&amp;blog=1297284&amp;post=14&amp;subd=rexa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rexa.wordpress.com/2007/07/16/tips-memilih-mainan-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad5203809755ad1bc150790b95ea77c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mylasy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Remehkan Pengasuhan Otak Anak</title>
		<link>http://rexa.wordpress.com/2007/06/28/hello-world/</link>
		<comments>http://rexa.wordpress.com/2007/06/28/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 04:58:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mylasy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Tiga tahun pertama adalah membangun fondasi struktur otak. Perilaku manusia yang ada di bumi ini, semuanya dikendalikan oleh organ tubuh yang bernama otak. Peran otak inilah yang membuat sifat manusia berbeda-beda. Bila diteliti lebih jauh, ternyata perbedaan perilaku tersebut sejalan dengan berbedanya struktur komposisi otak manusia. Menurut pendiri dan Direktur Eksekutif Indonesia Heritage Foundation (IHF), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rexa.wordpress.com&amp;blog=1297284&amp;post=1&amp;subd=rexa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tiga tahun pertama adalah membangun fondasi struktur otak.</strong></p>
<p>Perilaku manusia yang ada di bumi ini, semuanya dikendalikan oleh organ tubuh yang bernama otak. Peran otak inilah yang membuat sifat manusia berbeda-beda. Bila diteliti lebih jauh, ternyata perbedaan perilaku tersebut sejalan dengan berbedanya struktur komposisi otak manusia.</p>
<p>Menurut pendiri dan Direktur Eksekutif Indonesia Heritage Foundation (IHF), <strong>Ratna Megawangi,</strong> bagian-bagian otak mempunyai fungsi masing-masing. Karenanya, stimulasi atau rangsangan terhadap bagian-bagian otak tersebut sangat mempengaruhi karakter diri yang mengendap dalam diri seseorang.</p>
<p>Sama halnya seperti tumbuhan, otak juga berkembang dan tumbuh sejak saat anak berada dalam kandungan sang ibu, usia awal kelahiran, sampai dewasa. Kendati demikian, stimulasi terhadap otak pada anak usia 0-7 tahun merupakan fase penting dalam pembentukan karakter seseorang.</p>
<p>&#8220;Di usia inilah rangsangan pada otak akan mengendap dan memberikan dampak permanen terhadap karakter anak,&#8221; ujar Ratna pada acara seminar dan workshop Pendidikan Karakter Melalui Brain Based Parenting (Pola Asuh Ramah Otak) di Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dengan latar belakang tersebut, istri Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil ini, mengatakan, kunci membangun karakter anak adalah mengembangkan struktur otak secara optimal sejak usia dini.</p>
<p>&#8220;Karenanya para orang tua harus mempunyai pemahaman yang benar tentang pola asuh yang ramah otak.&#8221;</p>
<p>Dikatakan, perkembangan otak 95 persen terjadi pada usia di bawah tujuh tahun. Masa tiga tahun pertama adalah membangun fondasi struktur otak yang berdampak permanen bagi karakter seseorang.</p>
<p>Menurut Ratna, semua pengalaman masa usia dini memegang kunci penting dalam membangun fondasi dan semua kemampuan otak. Inilah sebabnya mengapa orang tua harus melindungi anak-anaknya terhadap lingkungan yang buruk.</p>
<p>Apabila lingkungan anak tidak bagus, misal penuh kekerasan, tidak ada stimulasi (sosial, emosi, motorik, dan kognitif), maka semua potensi yang sejatinya dimiliki semua anak, menjadi tidak berkembang.</p>
<p>Sebaliknya, apabila lingkungan anak aman, penuh kasih sayang, dan kaya dengan stimulasi, maka semua potensi anak akan berkembang optimal.</p>
<p>&#8220;Semua stimulasi inilah yang akan direspons otak dan direkam secara permanen untuk menanggapi situasi serupa di kemudian hari,&#8221; imbuh Ratna.</p>
<p>Para orang tua, lanjut pemegang gelar doktor (PhD) dari Tufts University School ini, menjadi subjek penting dalam membentuk perilaku anak, baik negatif maupun positif.</p>
<p>Anak-anak yang mengalami stress, kekerasan fisik atau seksual, maka pembentukan sinyal di otaknya (synapse) akan terfokus pada bagian otak yang merespons ancaman dari lingkungannya.</p>
<p>Anak yang stress akan membentuk perilaku bertahan dan menyelamatkan diri, kemudian otak yang terus distimulasi menjadi dominan untuk menyerang atau lari, bertahan, selalu waspada terhadap lingkungan, dan berakibat pada sikap sombong/minder serta manipulatif/pembohong.</p>
<p>Untuk mencegah anak tidak stress, Ratna pun menyarankan agar para orang tua jangan terlalu banyak melarang anak terhadap hal-hal yang tidak terlalu prinsip. Misalnya saat anak bermain kotor-kotoran.</p>
<p>&#8220;Biarkan anak bermain kotor-kotoran, yang penting dia gembira,&#8221; ujar Ratna. Anak yang banyak dilarang melakukan sesuatu yang dia senangi, cenderung membuat kepribadian yang stress.</p>
<p>Pola pendidikan di sekolah juga memegang peranan penting bagi pertumbuhan karakter anak. Ratna menuturkan, sekolah yang terlalu banyak memberikan pekerjaan rumah dan menerapkan sistem evaluasi proses belajar dengan nilai angka-angka, membuat anak belajar dengan beban.</p>
<p>&#8220;Akibatnya, banyak sekolah justru menjadikan anak-anak stress. Dia tidak bisa fun dalam proses belajarnya.&#8221;</p>
<p>Orang tua pun harap memperhatikan keseimbangan stimulasi terhadap otak kanan dan otak kiri. Sejak usia dua tahun, anak sudah mulai mengetahui mana hal yang benar dan mana hal yang salah.</p>
<p>Dengan melibatkan feeling, yang merupakan domain otak kanan, bersamaan dengan stimulasi pengetahuan baik dan buruk yang merupakan domain otak kiri, perkembangan otak anak menjadi seimbang.</p>
<p>&#8220;Sehingga anak pun tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tapi juga bermoral dan unggul,&#8221; tandas Ratna.<br />
<strong><br />
Sembilan Pilar</strong></p>
<p>Mendidik anak dalam lingkungan yang aman, penuh kasih-sayang, dan kaya rangsangan sikap-sikap positif, masih kata Ratna, hendaknya dilakukan dengan orientasi dan pijakan yang benar. Setidaknya ada sembilan pilar karakter yang bisa dijadikan panduan bagi orang tua untuk membentuk kepribadian anak yang cerdas, bermoral, dan unggul.</p>
<p>Sembilan pilar itu adalah, <strong>pertama</strong>, cinta kepada Allah SWT dan semesta beserta isinya. Hal ini bisa diwujudkan dengan sering mengajak anak bepergian ke alam bebas sambil menerangkan dan menjelaskan seluruh benda-benda yang ada di alam. Pastikan juga anak mengerti kalau semua benda-benda itu ada yang menciptakan dan mengatur keadaan mereka, yaitu Allah SWT.</p>
<p><strong>Pilar kedua</strong>, menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian. Cara pendidikan ini tidak perlu seperti pendidikan militer yang diterapkan dengan keras dan penuh paksaan. &#8220;Biarkan anak memahami sifat-sifat dari hal-hal yang kecil, seperti membereskan mainan mereka sendiri setelah selesai digunakan atau belajar sikat gigi sendiri sejak kecil,&#8221; ujar Ratna.</p>
<p><strong>Pilar selanjutnya</strong>, yaitu kejujuran. Ajak anak berkata apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi dan berani mengatakan apa yang dipikirkan atau dirasakannya.</p>
<p><strong>Pilar keempat</strong> adalah hormat dan santun. Sikap ini bisa dimulai dengan mengajarkan cara memperlakukan adik atau kakak atau teman main anak-anak sesuai dengan keadaan dan kondisi yang dihadapi.</p>
<p>Kemudian <strong>pilar kelima</strong> yaitu kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama. Bisa dirangsang dengan bermain bersama-sama anggota keluarga dengan model permainan membangun bangunan pasir atau membuat rumah-rumahan dari mainan plastik.</p>
<p><strong>Pilar keenam </strong>melingkupi percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah. Implementasi aspek ini bisa dikembangkan dengan permainan yang dilakukan seperti membentuk karakter pada pilar kelima.</p>
<p><strong>Pilar selanjutnya</strong> adalah keadilan dan kepemimpinan. Bisa juga diajarkan melalui membaca atau dibacakan cerita-cerita para raja dan para nabi yang mencerminkan sikap adil dalam memimpin.</p>
<p><strong>Pilar kedelapan dan kesembilan</strong>, yaitu sikap baik dan rendah hati serta toleransi, cinta damai, dan persatuan, dapat dipatrikan kepada anak melalui kegiatan bersifat kompetitif dan kreatif yang mengajarkan anak bersikap sportif terhadap apa pun hasil kegiatan tersebut.</p>
<p>Bila ada anak yang lebih baik daripada anak lainnya dalam melakukan sesuatu, yakinkan pada anak kalau semua yang mereka lakukan itu adalah prestasi yang tak ternilai harganya. &#8220;Anak tidak perlu diajarkan untuk &#8216;mengalahkan&#8217; anak yang lainnya. Nilai pentingnya adalah bagaimana semua anak mampu berbuat optimal sebisa yang mereka lakukan. Hormati apa pun hasil yang mereka raih,&#8221; tutur Ratna.</p>
<p>Bila sembilan pilar ini dijadikan dasar dalam mendidik dan mengasuh otak anak, Ratna yakin, pribadi-pribadi cerdas, unggul, dan bermoral bukan sekadar mimpi di siang bolong. &#8220;Ini akan menjadi kenyataan. Dan kita akan melihat bagaimana bangsa ini bangkit setelah bermunculan generasi-generasi yang lahir dari pendidikan yang mengutamakan pendidikan karakter,&#8221; pungkas Ratna.</p>
<p>Fakta Angka<br />
95 persen<br />
Perkembangan otak pada usia di bawah tujuh tahun.<br />
(eh ismail )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rexa.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rexa.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rexa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rexa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rexa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rexa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rexa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rexa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rexa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rexa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rexa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rexa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rexa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rexa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rexa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rexa.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rexa.wordpress.com&amp;blog=1297284&amp;post=1&amp;subd=rexa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rexa.wordpress.com/2007/06/28/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad5203809755ad1bc150790b95ea77c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mylasy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
